This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Keuangan. Show all posts

Tuesday, September 3, 2019

Pengertian Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan 

Apa yang dimaksud dengan manajemen keuangan (financial management)? Pengertian Manajemen Keuangan adalah semua aktivitas atau kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, dan mengelola keuangan perusahaan.

Financial management adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk mengelola dana maupun aset-aset yang dimiliki perusahaan untuk dimanfaatkan pada hal-hal atau kegiatan yang membantu tercapainya tujuan utama perusahaan tersebut, yaitu profit.
Dalam perusahaan atau bisnis, manajemen keuangan memiliki 3 aktivitas utama yang dilakukan oleh manajer keuangan yaitu:
  1. Perolehan dana
  2. Aktivitas penggunaan dana
  3. Pengelolaan aktiva
Ketiga hal tersebut berkaitan dengan sumber dana internal maupun eksternal perusahaan. Modal kerja dan kepemilikan saham juga termasuk tugas dalam manajemen keuangan. Lebih dalam tentang tujuan dan peran financial management dalam bisnis akan dibahas secara lengkap dalam artikel ini.

Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah penjelasan mengenai manajemen keuangan berdasarkan penjelasan dari para ahli:

1. Bambang Riyanto

Menurut Bambang Riyanto, pengertian manajemen keuangan adalah semua aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan usaha untuk mendapatkan pendanaan yang diperlukan dengan biaya minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan, serta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.

2. J. L. Massie

Menurut J. L. Massie, pengertian manajemen keuangan adalah aktivitas operasional bisnis yang bertanggung jawab untuk mendapatkan dan menggunakan dana yang diperlukan untuk kegiatan operasional yang efektif dan efisien.

3. Agus Sartono

Menurut Agus Sartono, pengertian manajemen keuangan adalah semua yang berhubungan dengan pengalokasian dana dalam bermacam bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau untuk pembelanjaan secara efisien.

4. J. F. Bradley

Menurut J. F. Bradley, manajemen keuangan adalah bidang manajemen bisnis yang ditujukan untuk mengelola penggunaan modal secara bijaksana, selektif, dan seksama dari sumber modal untuk memungkinkan unit pengeluaran untuk bergerak ke arah mencapai tujuannya.

5. Sonny S.

Menurut Sonny S, pengertian manajemen keuangan adalah kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana cara mendapatkan dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai dengan tujuan perusahaan secara menyeluruh.

6. Grestenberg

Menurut Grestenberg, pengertian manajemen keuangan adalah bagaimana suatu bisnis diselenggarakan untuk mendapatkan dana, cara memperoleh dana, penggunaan dana tersebut, dan bagaimana bisnis didistribusikan.

7. Sutrisno

Menurut Sutrisno, arti manajemen keuangan adalah semua aktivitas perusahaan dengan usaha-usaha untuk memperoleh dana perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk memakai dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien.

8. James VanHorne

Menurut James VanHorne, pengertian manajemen keuangan adalah semua aktivitas yang berhubungan dengan perolehan dana dan pengelolaan pendanaan, serta untuk pengelolaan aktiva dengan tujuan semua aktivitas perusahaan.

9. Weston dan Copeland

Menurut Weston dan Copeland, pengertian manajemen keuangan adalah suatu fungsi dan tanggung jawab para manajer keuangan. Fungsi pokok manajemen keuangan yaitu menyangkut keputusan tentang penanaman modal, pembiayaan kegiatan usaha, dan pembagian dividen

Sumber :
https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-manajemen-keuangan.html
 

Jenis dan Bentuk Badan Usaha

Badan Usaha adalah kesatuan hukum (yuridis), teknis dan ekonomis yang bertujuan untuk mencari keuntungan atau laba. Seringkali badan usaha disamakan dengan perusahaan, padahal keduanya berbeda. Perbedan badan usaha dan perusahaan yang paling utama yaitu badan usaha merupakan lembaga sedangkan perusahaan merupakan tempat dimana badan usaha tersebut mengelola faktor produksi.
Jenis dan Bentuk Badan Usaha
Berikut jenis dan bentuk badan usaha, diantaranya:  
Badan Usaha Berdasarkan Jenis Kegiatannya
Berdasarkan jenis kegiatan yang dilakukan, badan usaha dibedakan menjadi:
a. Badan Usaha Agraris
Kegiatan badan usaha ini yaitu mengelola sumber daya alam untuk menghasilkan barang tertentu. Contohnya seperti perkebunan karet, peternakan sapi dan lain sebagainya. 

b. Badan Usaha Ekstraktif 
Kegiatan badan usaha ini yaitu mengambil hasil sumber daya alam seperti hasil laut, hasil hutan, pertambangan minyak bumi dan lain sebagainya.
c. Badan Usaha Pertambangan
Kegiatan badan usaha ini yaitu membeli dan menjual kembali barang tanpa mengubah bentuk barang tersebut.
d. Badan Usaha Industri
Kegiatan badan usaha ini yaitu mengolah baku menjadi bahan jadi atau barang siap pakai. 

e. Badan Usaha Jasa 
kegiatan badanusaha ini yaitu memberikan pelayanan dan kemudahan dalam rangka memenuhi kebutuhan. 

Berikut ini adalah jenis-jenis atau bentuk-bentuk badan usaha yang ada di Indonesia, diantaranya:
Koperasi
Koperasi adalah organisasi bisnis yang memiliki dan dioperasikan oleh orang-orang demi kepentingan bersama. Landasan kegiatan koperasi yaitu berdasarkan prinsip gerak an ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Tujuan utama pembentukan koperasi adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera dan mandiri atas dasar pancasila dan UUD 1945. Landasan koperasi indonesia yaitu Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD 1945 sebagai landasan hukum.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
BUMN atau Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang dimiliki oleh negara. Berdasarkan UU RI No. 18 tahun 2003, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Secara umum adalah badan usaha yang seluruhnya atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya milik Pemerintah. Status pegawai badan usaha ini adalah karyawan BUMN bukan pegawai negeri. Terdapat 3 macam atau jenis BUMN yaitu Perjan, Perum, dan Persero.
a. Perjan
Perjan adalah bentuk badan usaha milik negara yang seluruh modalnya dimiliki pemerintah. Perjan ini berorientasi pelayanan pada masyarakat, sehingga selalu merugi. Sekarang sudah tidak ada perusahaan BUMN yang menggunakan model perjan karena besarnya biaya untuk memelihara perjan tersebut sesuai dengan Undang Undang (UU) Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN. Contoh Perjan diantaranya PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) namun kini berganti menjadi PT.KAI.
b. Persero
Persero adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh Negara dengan tujuan utama memperoleh keuntungan.
Ciri-ciri persero yaitu:
  • Bertujuan mencari laba (Komersial)
  • Modal sebagian atau seluruhnya berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan berupa saham
  • Dipimpin oleh direksi
  • Pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta
  • Badan usahanya ditulis PT (nama perusahaan) (Persero)
  • Tidak memperoleh fasilitas negara
Tujuan Persero yaitu:
  • Untuk menyediakan barang dan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya sangat kuat
  • Untuk memperoleh keuntungan untuk meningkatkan nilai badan usaha.
Contoh Persero, diantaranya:
  • PT Pertamina
  • PT Kimia Farma Tbk
  • PT Kereta Api Indonesia
  • PT Bank BNI Tbk
  • PT Jamsostek
  • PT Garuda Indonesia
  • PT Telekomunikasi Indonesia
c. Perum
Perum adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara dan tidak terbagi atas saham. Badan usaha umum memiliki maksud dan tujuan yang didukung oleh persetujuan menteri adalah melakukan penyertaan modal dalam usaha yang lain. Tujuan Badan Usaha Umum (Perum) yaitu menyelenggarakan usaha dengan tujuan kemanfaatan umum berupa penyedia barang dan jasa yang berkualitas dengan harga yang dapat di jangkau masyarakat menurut prinsip pengelolaan badan usaha yang sehat.
Ciri-ciri perum, diantaranya:
  • Melayani kepentingan umum
  • Pemimpin berupa direksi atau direktur
  • Pekerjanya merupakan pegawai perusahaan dari pihak swasta
  • Modal berasal dari pemerintah yang terpisah dari kekayaan negara
  • Menambah kas negara
  • Modal berupa saham atau obligasi bagi perusahaan go public
Contoh Perum, diantaranya:
  • Perum Damri
  • Perum Bulog
  • Perum Pegadaian
  • Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri)
  • Perum Balai Pustaka
  • Perum Peruri
  • Perum Perumnas
Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Badan Usaha Milik Swasta atau BUMS adalah badan usaha yang didirikan dan mendapatkan modal dari seseorang atau sekelompok orang. Berdasarkan UUD 1945 pasal 33, bidang usaha yang diberikan kepada pihak swasta yaitu mengelola sumber daya ekonomi yang bersifat tidak vital dan strategis atau yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak. Berdasarkan bentuk hukumnya Badan usaha milik swasta dibedakan menjadi:
Perusahaan Persekutuan
Perusahaan persekutuan adalah perusahaan yang memiliki 2 pemodal atau lebih. Ada 3 bentuk perusahaan persekutuan
a. Firma
Firma (Fa) adalah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih di mana tiap- tiap anggota bertanggung jawab penuh atas perusahaan. Modal firma berasal dari anggota pendiri serta laba/ keuntungan dibagikan kepada anggota dengan perbandingan sesuai akta pendirian.
Ciri-ciri Firma:
Para sekutu aktif di dalam mengelola perusahaan.
Tanggung jawab yang tidak terbatas atas segala risiko yang terjadi.
Berakhir jika salah satu anggota mengundurkan diri atau meninggal dunia.
b. Persekutuan komanditer
Persekutuan Komanditer (commanditaire vennootschap atau CV) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh 2 orang atau lebih. Persekutuan komanditer mengenal 2 istilah yaitu :
  • Sekutu aktif adalah anggota yang memimpin atau menjalankan perusahaan dan bertanggung jawab penuh atas  utang perusahaan.
  • Sekutu pasif atau sekutu komanditer adalah anggota yang hanya menanamkan modalnya kepada sekutu aktif dan tidak ikut campur dalam urusan operasional perusahaan. Sekutu pasif bertanggung jawab atas risiko yang terjadi sampai batas modal yang ditanam.
Keuntungan yang diperoleh dari perusahaan dibagikan sesuai kesepakatan.
c. Perseroan terbatas
Perseroan terbatas (PT) adalah badan usaha yang modalnya diperoleh dari hasil penjualan saham. Setiap pemegang surat saham mempunyai hak atas perusahaan dan setiap pemegang surat saham berhak atas keuntungan (dividen).
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
BUMD adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan Peraturan Daerah yang modalnya berasal dari kekayaan daerah yang dipisahkan dan berdasarkan undang-undang. Badan usaha ini melakukan kegiatan usahanya di bidang usaha umum yang menguasai hajat hidup orang banyak. Perusahaan Daerah dipimpin oleh Direksi, dan anggota direksi diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Daerah dengan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD). Contoh BUMD diantaranya
  • Bank Pembangunan Daerah (BPD)
  • Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
  • Perusahaan Daerah Angkutan Kota (bus kota)
Badan Usaha Swasta Asing
Badan Usaha Swasta Asing adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak luar negeri. Faktor munculnya badan usaha milik swasta asing ini diantaranya yaitu faktor ketersediaan sumber daya alam (bahan baku), potensi pasar yang besar, upah tenaga kerja yang cenderung lebih murah. Badan swasta asing ini bisa memberikan manfaat bagi negara karena memasok modal dan menerapkan teknologi maju yang penting untuk pertumbuhan ekonomi. Namun di sisi lain, ini dapat menimbulkan ketergantungan dengan badan usaha swasta milik asing karena justru mengurangi kemandirian ekonomi.
Yayasan
Yayasan adalah suatu badan usaha, tetapi tidak merupakan perusahaan karena tidak mencari keuntungan. Badan usaha ini didirikan untuk sosial dan berbadan hukum.
Sumber :
https://www.pelajaran.co.id/2017/29/pengertian-badan-usaha-jenis-bentuk-dan-contoh-badan-usaha.html

Bidang Spesialisasi Akuntansi

Bidang spesialisasi akuntansi merupakan salah satu ilmu yang paling banyak di pelajari dalam dunia pendidikan. Ilmu akuntansi memiliki peranan cukup penting dalam kehidupan keseharian manusia, terutama dalam bidang ekonomi dan bisnis. Semua kegiatan yang berbasis kegiatan ekonomi seperti perdagangan, penjualan dan bisnis selalu melibatkan akuntansi. Jadi mengapa tidak heran ilmu yang satu ini paling banyak diminati dan dipelajari terutama pada tingkat perguruan tinggi.
Akuntansi bisa menjadi patokan dan perhitungan apakah sebuah usaha telah berada dijalur yang benar. Akuntasi sangat erat kaitannya dengan transaksi keungan dan fungsi asli uang.  Omset dan pendapatan yang tercantum dengan jelas setiap periodenya juga akan memberikan pertimbangan apakah ada strategi khusus yang harus dilakukan agar omset di periode selanjutnya dapat meningkat. Perhitungan akuntansi yang tepat akan mampu menunjukka kinerja perusahaan dan para manajemen yang ada didalamnya. Biasanya perhitungan akuntansi ini dilakukan setiap hari dan kemudian akan dilaporkan setiap bulannya guna memutuskan strategi di bulan berikutnya.
Akuntan merupakan salah satu profesi yang lekat demgan dunia akuntansi. Akuntan juga menjadi profesi yang ada dalam industri jasa keuangan paling diminati. Selain pendapatan yang cukup lumayan. Seorang akuntan akan bekerja diperusahaan dengan skala kecil, menengah hingga besar hingga perusahaan multinasional terbaik Indonesia. Seorang akuntan akan mengerjakan satu bidang spesialisasi akuntansi. Sehingga tidak akan mengganggu kinerja yang lainnya.
Bidang spesialisasi akuntansi merupakan cabang ilmu yang lebih sempit dibanding dengan akuntansi. Perkembangan jaman dan teknologi menuntut adanya spesialisasi dalam bidang akuntansi. Hal ini tentu harus adanya pengkhususan di bidang ilmu akuntansi itu sendiri. Pengkhususan ini akan membantu agar lebih berfokus pada satu jenis ilmu tertentu. Sehingga anda akan bisa memeperoleh pekerjaan sesuaindengan spesialisasi yang anda miliki.  Berikut 10 bidang spesialisasi akuntansi yang wajib dipahami. 

1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting) 
Akuntansi keuangan merupakan bidang spesialisai akuntansi yang berfokus pada semua catatan transaksi perusahaan dalam waktu periodik tertentu yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Pada proses penyusunan laporan keuangan dilakuka  dengan mempertimbangkan dan memperhatikan prinsip akuntansi berdasar pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 

2. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing) 
Bidang spesialisasi ini menguji dan memeriksa tentang kebenaran dan kewajaran sebuah laporan keuangan dimana yang menjadi penanggung jawab dari setiap laporan yang diperiksa adalah pembuat laporan itu sendiri. Pemeriksaan laporan yang dilakuka  meliputi keuangan, segala standar sistem operasional serta mengenai segala aturan yang mengikat dalam sebuah perusahaan. Setiapam auditor yang ditunjuk harus melakukan pemeriksaan secara objektif dan independen. Fungsi dari pemeriksaan ini adalah untuk me getahui apakah segala sistem akuntansi berjalan sesuai dengan sistem akuntansi yang berlaku. 

3. Akuntansi Biaya (Cost Accounting) 
Akuntansi biaya adalah bidang spesialisasi akuntansi yang berfokus pada semua bentuk pencatatan dan penyajian data operasional  biaya. Infotmasi yang diperoleh akan digunakan untuk melakukan perencanaan terhadap semua biaya operasional agar terkendali dan ketepatan harga produksi oleh manajemen. Informasi ini termasuk informasi rahasia dan tidak dipublikasikan kepada khalayak umum. 

4. Akuntansi Manajemen (Management Accounting) 
Akuntansi manajemen merupakan bidang spesialisasi yang memfokuskan pada pengembangan dan penafsiran informasi yang akan membantu perusahaan dalam menjalankan manajemen perusahaan. Informasi ini diperoleh dari bidamg spesialisasi akuntansi lainnya. Informasi yang diperoleh akan digunakan sebagai prediksi di masa yang akan datang. 

5. Akuntansi Pajak (Tax Accounting) 
Setiap akuntan pajak harus memiliki kemampuan menjalankan peraturan perpajakan, perencanaan pajak, pelaksanaan administrasi pajak, serta berkewajiban mewakili perusahaan dimana ia bekerja sebagai wajib pajak yang akan berhadapan dengan kantor pajak. Para akuntan pajak harus berfokus pada segala hal yang terkait dengan urusan perpajakan. 

6. Akuntansi Internasional (International Accounting) 
Akuntansi internasional adalan bidang spesialisasi akuntansi yang memepelajari tentang akuntansi di lebih dari satu negara. Akuntansi internasional meliputi kegiatan yang berhubungan dengan transaksi yang berada di luar negeri. Perusahaan besar seperti nestle dan unilever menggunakan akuntansi internasional sebagai standar akuntansi yang digunakan. 

7. Akuntansi Lembaga Nirlaba (Non-Profit Accounting) 
Lembaga seperti yayasan dan lembaga pendidikan menggunakan akuntansi ini sebagai dasar perhitungannya. Dimana akuntansi ini merupakan bidang spesialisasi yang digunakan untuk oleh organinasi yang aktivitasnya tidak untuk mencari keuntungan atau laba. Akuntansi ini biasanya merupakan akuntansi yang sederhana dimana hanya akan ada pencatatan anggaran pemasukan dan pengeluran. Laporan yang dibuat juga tidak sespesifik bidang akuntansi yang lain. 

8. Akuntansi Anggaran (Budgetting Accounting) 
Segala kegiatan yang bersifat perencanaan suatu perusahaan akan disusun dalam bidang spesialisasi yang disebut akuntansi anggaran. Dimana hasil dari akuntansi anggaran akan digunakan untuk membandingkan antara perencanaan dan hasil kerja yang dicapai. 

9. Akuntansi Pemerintah / Sektor Publik (Goverment Accounting) 
Akuntansi pemerintah atau sektor publik merupakan bidang spesialisasi yang banyak digunakan dalam penyusunan anggaran dan perhitungan anggaran di instansi pemerintah. Akuntansi ini juga berhubungan dengan masalah bentuk pemeriksaan keuangan pada instansi dan lembaga negara terkait. 

10. Sistem Akuntansi (Accounting System) 
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi akuntansi telah berkembang mengikuti zamannya. Jika dahulu kita akan menemukan buku besar dengan rincian akuntasi sebuah perusahaan atau lembaga. Maka berbeda halnya dengan saat ini dimana semua sistem akuntansi telah terprogram kedalam sebuah sistem komputerisasi. Dengan demikian tentu akan memudahkan cara kerja dan sistem yang ada. Ada banyak sekali program sistem akuntasi yang dijual. Oleh karenanya bidang spesialisasi yang satu ini akan terus berkembang dan semakin canggih.

Sumber : bidang spesialisasi akuntansi - dosenekonomi.com

Akuntansi (Pengertian dan Tujuan)

PENGERTIAN AKUNTANSI

Menurut American Institute of Certified Public Accountants 
Menurut APB, akuntansi merupakan sebuah kegiatan berupa jasa yang memiliki fungsi untuk menyediakan informasi kuantitatif dalam hal keuangan. Kemudian informasi tersebut dijadikan sebagai pengambilan keputusan ekonomi.

Menurut American Accounting Association
Menurut lembaga AAA, akuntansi merupakan proses pengidentifikasian, pengukuran, serta pelaporan dari informasi ekonomi yang dapat memungkinkan adanya penilaian serta pengambilan keputusan yang jelas bagi pihak yang menggunakan informasi tersebut. 

Menurut APB Statement No.4 dalam Smith Skousen 
Akuntansi adalah kegiatan jasa yang memiliki tujuan untuk menyediakan informasi yang bersifat kuantitatif terutama dalam pengambilan keputusan yang ekonomis untuk membantu memberikan pengambilan keputusan pilihan-pilihan yang tepat dan logis serta alternatif.  

Menurut American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) 
Akuntansi menurut AICPA  merupakan kegiatan jasa terutama dalam hal mengidentifikasi, mengukur, mengklasifikasikan serta mengikhtisarkan sebuah kejadian dari transaksi ekonomi yang menghasilkan informasi bersifat kuantitatif dalam hal keuangan. Keputusan ini membantu dalam pengambilan keputusan.

Menurut Suparwoto L (1990:2) 
Akuntansi merupakan sistem yang dapat mengukur dan mengelola sebuah transaksi keuangan dan memberikan hasil dari pengelolaan tersebut ke sebuah informasi pada pihak ekstern maupun intern perusahaan. Pihak ekstern yang dimaksud disini adalah investor, serikat buruh, lembaga perpajakan, kreditur pemerintah, serta masyarakat umum dan lainnya. 

Menurut Charles T, Horngren dan Walter T Harrison 
Akuntansi merupakan sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengukur aktivitas bisnis, mengubah data menjadi bentuk laporan, mengkomunikasikan hasilnya pada pihak pengambil keputusan.
Sama hal nya dengan bidang ilmu lainnya, akuntansi juga memiliki beberapa bidang-bidang spesialis tertentu, antara lain adalah:
  • Akuntansi Keuangan : Salah satu bidang ilmu akuntansi yang mempelajari secara khusus transaksi keuangan yang berbentuk hutang, modal, maupun perubahan dari aset perusahaan.
  • Akuntansi Biaya : Bidang akuntansi yang memiliki tujuan untuk mengefisiensikan biaya-biaya produksi ataupun biaya lainnya yang ada.
  • Akuntansi Manajemen : Bidang di dalam ilmu akuntansi yang bertujuan untuk memberikan data yang real kepada pihak internal dari perusahaan sehingga dapat digunakan untuk menentukan kebijakan lanjutan perusahaan.
  • Akuntansi Pajak : Bidang ilmu akuntansi yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan perpajakan. Bidang ini memiliki tujuan untuk meminimalisir biaya pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan tanpa melanggar aturan yang ada.
  • Akuntansi Anggaran : Bidang akuntansi yang secara khusus mempelajari mengenai budgeting atau pengeluaran perusahaan dan membandingkan dengan pengeluaran yang sebenarnya.
  • Akuntansi Pemeriksaan  : Bidang di dalam ilmu akuntansi yang berbentuk pemeriksaan terhadap laporan keuangan yang dilakukan oleh pihak akuntan independen, tanpa ada tekanan dari pihak-pihak tertentu. Akuntansi pemeriksaan biasanya disebut sebagai audit, dan orang yang melaksanakan disebut sebagai auditor.
  • Akuntansi Internasional : Bagian dari ilmu akuntansi yang secara khusus mempelajari masalah-masalah internasional, misalnya saja seperti perdagangan internasional yang sering terjadi pada perusahaan taraf multi nasional atau internasional.
  • Akuntansi Pendidikan : Bidang ilmu akuntansi yang mengarahkan pada bidang pendidikan, misalnya menjadi pengajar bidang akuntansi, peneliti, atau profesi apapun yang berkaitan tentang edukasi akuntansi.
  • Akuntansi Pemerintahan : Bidang ilmu akuntansi yang khusus mempelajari terkait data laporan keuangan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintah baik pada tingkat daerah maupun pusat.
  • Sistem Akuntansi  : Bidang ilmu akuntansi yang berkaitan dengan prosedur akuntansi serta penentuan dari langkah-langkah yang harus diambil selanjutnya.
Akuntansi dapat mencakup seluruh aktivitas dalam sebuah bisnis, setidaknya terdapat empat peran akuntansi  yang sangat berkaitan dengan perkembangan bisnis yang dijalankan. Berikut ini penjelasannya. 

1. Mengendalikan Keuangan 
Salah satu peran akuntansi dalam bisnis antara lain adalah untuk mengendalikan keuangan. Pengendalian keuangan menjadi peran penting yang dapat menentukan keberhasilan dari usaha atau bisnis yang anda jalankan. Pengelolaan biaya serta biaya produksi menjadi penentu dari beda laba dan rugi bisnis anda. 

2. Operasi Perusahaan 
Praktik akuntansi sebagai besar merupakan operasi perusahaan sehari-harinya, misalnya seperti penagihan kepada konsumen, pembayaran gaji, pembayaran tagihan, pemeliharaan, serta hal-hal lainnya yang berkaitan dengan proses akuntansi. Tentunya setiap perusahaan memiliki gaya pendekatan yang berbeda satu sama lainnya terhadap operasional akuntansi. Dengan adanya akuntansi akan membantu perusahaan untuk melaksanakan operasi perusahaannya tepat sasaran. 

3. Perencanaan  
Akuntansi juga memiliki peran yang sangat penting untuk merencanakan perusahaan kedepannya, hal ini bisa anda lihat dari data akuntansi perusahaan sehari-hari yang diakumulasikan. Proses perencanaan merupakan bagian yang penting dari penetapan tujuan dan langkah-langkah pendekatan yang terinetgrasi untuk mencapai sebuah tujuan. Jika sebuah perusahaan memiliki sistem akuntansi yang baik tentunya sangat mudah bagi perusahaan mendapatkan informasi guna menetapkan sebuah tujuan. Tujuan tersebut tentunya akan sangat membantu perkembangan perusahaan. Namun perusahaan juga perlu menetapkan cara untuk mendapatkan tujuan tersebut. Perusahaan dapat mengacu dari data-data yang disediakan dalam sistem akuntansi yang ada.  

4. Pelaporan 
Baik bisnis yang berjalan dalam bentuk individu atau perusahaan, tentunya ingin mengetahui status dari bisnis yang dijalankannya tersebut secara rutin. Dengan adanya laporan-laporan akuntansi seperti neraca dan laporan laba rugi tentunya akan menyediakan segala informasi yang dibutuhkan yang dapat menilai perkembangan dan kinerja bisnis yang dijalankan. Dengan laporan-laporan yang akurat, perusahaan dapat mengantisipasi kondisi serta masalah-masalah yang bisa saja terjadi dalam perusahaan.

Tujuan Akuntansi Dan Laporan Keuangan :
Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia, akuntansi memiliki beberapa tujuan yang penting antara lain:
  1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat membantu untuk memperkirakan potensi sebuah perusahaan untuk mendapatkan laba atau keuntungan.
  2. Untuk memberikan informasi keuangan yang tepat dan dipercaya mulai dari kewajiban, modal, serta sumber ekonomi. 
  3. Dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan-perubahan pada sumber-sumber ekonomi dalam sebuah perusahaan yang muncul dikarenakan adanya kegiatan usaha. 
  4. Memberi informasi yang penting terkait perubahan-perubahan yang ada pada kewajiban dan sumber ekonomi.  
  5. Menyampaikan informasi lainnya yang masih berkaitan dengan laporan keuangan 

Laporan keuangan adalah catatan dari informasi keuangan dari sebuah perusahaan yang ada pada suatu periode akutansi. Laporan ini digunakan untuk menggambarkan kerja dari sebuah perusahaan. Laporan keuangan termasuk menjadi bagian dari pelaporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan lengkap terdiri dari beberapa hal antara lain adalah:
  • Neraca
  • Laporan perubahan ekuitas
  • Laporan laba dan rugi
  • Laporan perubahan posisi keuangan, biasanya disajikan dalam laporan arus kas atau yang dikenal dengan laporan arus dana
  • Catatan serta laporan lainnya yang dapat menjelaskan bagian integral dari sebuah laporan keuangan
Pengguna dari laporan keuangan ini biasanya terdiri dari pihak internal maupun eksternal dari perusahaan. Laporan keuangan yang baik harus memiliki karakteristik kualitatif yang dapat membuat laporan keuangan  bermanfaat untuk pengguna. Laporan keuangan haruslah mudah untuk dipahami, relevan, dapat diandalkan, serta dapat diperbandingkan dengan laporan sebelumnya. Laporan keuangan memiliki manfaat bagi beberapa pihak, antara lain :

1. Investor 
Sebagai penanam modal yang mudah beresiko pada hasil pengembangan dari investasi yang dilakukan. Tentunya pihak investor sangat membutuhkan informasi yang dapat membantu untuk menentukan pembelian, penahanan, ataupun penjualan dari investasi tersebut. Dengan adanya laporan keuangan, para pemegang saham dapat mengetahui informasi yang mampu menilai kemampuan dari perusahaan untuk membayar dividen. 

2. Karyawan Perusahaan 
Karyawan perusahaan tentunya akan tertarik dengan informasi dari stabilitas dan profitabilitas dari perusahaan mereka. Dengan informasi keuangan yang ada dapat membuat mereka menilai kemampuan sebuah perusahaan dalam pemberian jasa, pensiun, hingga kesempatan kerja yang ada. Bagi karyawan yang ingin melakukan peminjaman uang, dengan adanya laporan keuangan dapat memberikan informasi keuangan yang dapat membantu untuk memutuskan apakah peminjaman uang tepat dilakukan serta apakah anda mampu membayar bunga pada saat tanggal tempo yang ditentukan. 

3. Kreditor Usaha atau Pemasok 
Dengan adanya informasi keuangan, pihak pemasok atau kreditor dapat memutuskan jumlah hutang yang harus dibayarkan perusahaan pada saat tanggal tempo yang datang. Kreditor usaha berperan penting dalam pemberian pinjaman bagi sebuah perusahaan yang dapat menentukan kelangsungan dari sebuah perusahaan. 

4. Konsumen 
Dengan adanya laporan keuangan dari sebuah perusahaan, konsumen dapat memutuskan untuk ikut terlibat dalam perjanjian jangka panjang sebuah perusahaan atau tidak. 

5. Pemerintah 
Peran dari pemerintah berkepentingan pada alokasi sumber daya serta aktivitas sebuah perusahaan. Dengan adanya informasi keuangan, pemerintah dapat mengatur aktivitas sebuah perusahaan, menetapkan pajak yang ditanggung perusahaan serta menyusun statistik dari pendapatan nasional dan lainnya.
Sumber :
https://www.google.com/amp/s/dosenakuntansi.com/hakikat-akuntansi/amp